Masturbasi Setelah Menikah.. Salahkah?

Tentunya tak pernah terlintas dalam benak Anda, suatu
hari nanti memergoki pasangan sedang melakukan masturbasi. Ternyata banyak
wanita yang mengeluh, karena menemukan pasangannya masih bermasturbasi.

Tindakan seperti itu dianggap suatu penghinaan bagi wanita terutama kaum
istri karena yang merasa dikalahkan oleh tangan suaminya. Padahal, dengan
komunikasi yang intens, masturbasi dapat dijadikan bumbu penyedap untuk
hubungan intim dengan tingkat yang lebih tinggi.

Sebenarnya masturbasi tidak akan menyebabkan pecahnya satu hubungan
perkawinan seperti yang diduga orang. Kecuali Anda atau pasangan Anda
secara kronis bermasturbasi dan menghindari hubungan seks satu sama lain.
Anda harus mempunyai keyakinan, kalau dalam perkawinan orang masih
memiliki hak untuk menikmati tubuhnya sendiri tanpa merasa "mengkhianati"
pasangannya.

Masturbasi merupakan salah satu kenikmatan kecil dalam hidup ini dan
merupakan suatu cara untuk mengalami seksualitas diri sendiri dalam cara
yang bebas dari resiko. Jika pasangan sedang tidak berada di dekat kita,
maka kebanyakan pria dan wanita melakukan masturbasi untuk melepaskan
keinginan seksual dalam diri sendiri. Selain itu bermasturbasi berarti
mengajarkan diri sendiri bagaimana tubuh kita merespon, hingga kita dapat
memberitahukan hal ini pada pasangan tanpa ada rasa risih dan sungkan.

Wanita yang bermasturbasi tanpa rasa bersalah, lebih sering menjadi
kekasih yang tidak terhalang dan merasa cukup nyaman untuk menyentuh
dirinya sendiri selama berhubungan seksual dengan pasangannya, jika mereka
memerlukan stimulasi ekstra untuk mencapai orgasme. Begitupun dengan pria,
mereka yang bermasturbasi tanpa tergesa-gesa dapat belajar menghargai
sensualitasnya sendiri dan belajar bagaimana mengendalikan proses
ejakulasi.

Ada satu kejadian di mana pasangan Anda ingin bermasturbasi walaupun ada
Anda di sisinya. Nah, bila Anda mengalami kejadian seperti itu, maka
jangan heran atau kesal. Perlu Anda ketahui bahwa seseorang mungkin
merasakan kesenangan saat bermasturbasi. Seseorang yang menikmati seks
merasakan kenikmatan dalam seluruh rentang seksualitasnya, termasuk juga
bermasturbasi. Dan ketahuilah bahwa itu bukan suatu penolakan terhadap
diri Anda.

Masturbasi mutual merupakan salah satu cara paling seksi untuk seks yang
aman, karena kedua belah pihak melakukan masturbasi pada saat yang sama.
Stimulasi visual juga merangsang keduanya. Selain itu, Anda bisa
memperoleh pelajaran dalam hal ini, yaitu belajar mengetahui gerakan
manual yang merangsang dengan mengamati.

Anda juga dapat melakukan masturbasi dengan cara yang bermacam-macam. Di
antaranya dengan diiringi musik, cahaya lilin, aroma wewangian, dan
lainnya yang Anda sukai. Jangan sekali-kali melakukan masturbasi dengan
tergesa-gesa, dan jangan melupakan lubrikasi. Bersikaplah lebih kreatif.
Bereksperimenlah dengan irama yang berbeda, sehingga Anda dapat menahan
fase rangsangan lebih lama dan menghasilkan orgasme yang lebih kuat.

Anda tidak harus mencapai orgasme saat bermasturbasi. Tidak ada keharusan
untuk itu. Kadang-kadang Anda boleh melakukan masturbasi tanpa orgasme
sehingga dalam keadaan itu Anda akan menjadi semakin terangsang untuk
berhubungan seksual dengan pasangan Anda kemudian. Atau, Anda mungkin
berhenti tepat sebelum orgasme untuk memperpanjang periode rangsangan
dengan maksud bermasturbasi lagi. Atau juga, Anda mungkin tidak mood untuk
mengakhirinya.

Banyak orang yang masih belum yakin mengenai seberapa sering mereka
sebaiknya bermasturbasi. Mungkin hanya sekali dalam satu bulan atau lebih.
Terkecuali Anda sering sekali melakukannya, hingga tidak mengenal tempat,
seperti di kantor, sehingga praktik tersebut mengganggu kehidupan Anda.
Janganlah Anda terlalu khawatir dengan beberapa kali yang "terlalu" banyak
itu, karena kebutuhan setiap orang bervariasi dari satu waktu ke waktu
yang lainnya.

Bila Anda diliputi perasaan bersalah setelah melakukan masturbasi, maka
anggap saja Anda melakukan perawatan tubuh, seperti berolahraga, berdiet,
dan tidur yang cukup. Jangan khawatir, masturbasi baik bagi Anda – baik
secara fisik dan psikologis.

Namun, bila pasangan menghendaki Anda menghentikan masturbasi sama sekali,
lalu bagaimana cara menanggulangi dan menghadapinya?

Pertama kali, Anda harus menanyakan alasan mengapa ia menghendaki Anda
berhenti melakukan hal itu. Apakah ia ingin melakukan hubungan seksual
yang lebih sering atau merasa tertipu oleh masturbasi Anda? Apakah ia
menganggapnya sebagai satu tindakan yang salah? Atau apakah ini merupakan
satu cermin negatif dari kemampuannya dalam merangsang dan memuaskan Anda?

Dapatkah Anda mengatasinya jika sumber permasalahan terletak pada
frekuensi hubungan seksual? Jelaskan pada pasangan mengenai kesenangan
Anda memuaskan diri sendiri dalam cara yang sehat seperti itu. Pasangan
Anda yang mempunyai masalah takut atau mempunyai perasaan negatif lainnya
tentang masturbasi mungkin harus memecahkan konflik tersebut tentang
kenikmatan untuk diri sendiri.

Namun, jika Anda mendapatkan orgasme yang lebih kuat selama masturbasi
dibandingkan saat berhubungan seksual dengan pasangan Anda, jangan
khawatir, karena keadaan ini jarang sekali ditemukan. Dan ini bukan satu
cerminan ketidakmampuan seksual pasangan Anda. Karena selama
bermasturbasi, Anda memusatkan perhatian pada sensasi yang menyenangkan
diri Anda. Tidak ada kekhawatiran Anda tentang menyenangkan pasangan Anda.
Tangan Anda melakukan persis apa yang Anda butuhkan. Tidak mengejutkan,
sensasi fisik orgasme tampaknya lebih kuat, dan sensasi itu tidak
dilumatkan oleh emosi.

Mengapa saat melakukan masturbasi, seseorang juga berfantasi seindah
mungkin? Karena itu membuat Anda menjadi tetap terangsang melalui
stimulasi visual, bahan bacaan erotik, atau fantasi saat pasangan Anda
tidak ada. Seperti pria, mereka biasanya menggunakan alat bantu visual
seperti majalah, menonton VCD selama bermasturbasi dibandingkan dengan
wanita. Pria dan wanita juga membayangkan semua hal indah yang mereka
inginkan atau tidak diinginkan dalam kehidupan nyata agar mereka
memperoleh kenikmatan yang tiada taranya saat bermasturbasi.

Jadi, sudah jelas kan, mengapa masturbasi merupakan satu kewajaran dan
bukan suatu hal berdosa bila dilakukan. Puaskan diri Anda dengan
bermasturbasi. Dan, Anda akan mendapatkan gairah percintaan yang lebih,
baik dengan pasangan maupun dengan diri sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s