KITA HANYA MANUSIA BIASA

Saya pernah terkesiap ketika ditanya oleh seorang teman " bagaimana pandangan kamu mengenai pelacur? jawaban yang meluncur dari mulut saya adalah kasihan ….. siapa sih yang mau melacurkan dirinya untuk alasan apapun?. mendengar jawaban saya diapun tersenyum dan menyahut pendek, betul, Tin waktu itu saya belum berpikir panjang dan menjawab apa yang ada di pikiran saya. Sepuluh tahun kemudian saya mengikuti satu seminar mengenai AIDS/HIV dan mendapat cerita mengenai hal yang mirip dengan pengalaman saya, seorang pembicara menceritakan pengalamannya kepada peserta. Demikian saya pergi ke India, mengunjungi satu biara yang menampung orang-orang yang menderita sakit dan mendapati satu orang yang sudah stadium akhir, AIDS.

Dengan polos saya bertanya kepada suster yang sedang merawatnya apa penyebab sampai dia terkena penyakit ini ?. Sang suster tidak menjawab, dia tetap saja meneruskan kegiatannya merawat pasien. Tatapan saya bertemu dengan mata pasien mengandung banyak makna tapi saya belum mampu memahami apa yang ingin dia katakana lewat matanya. Kemudian saya bertanya lagi kepada suster tersebut sampai tiga kali, masih tetap di halaman pasien sang suster tetap saja tidak menjawab. Ketika saya akan undur diri untuk pamit, kembali saya menanyakan kepada suster tadi. Jawabannya singkat tapi menusuk hati saya, adakah gunanya kamu menanyakan hal itu dihadapannya? Dia sudah cukup menderita dengan penyakitnya. Pertanyaan kami tidak akan mengubah keadaannya bukan ? kamu tahu dia kena penyakit itu hanya karena dia berhubungan sekali saja dengan orang yang kebetulan menderita penyakit AIDS. Perkataan suster tadi membuat saya tertegun dan menyadari betapa tidak sepantasnya saya menanyakan hal tadi di hadapan pasien tadi. Dan bersamaan dengan itu, saya teringat akan pandangan pasien tadi dan baru mengerti arti pandangannya kepada saya. Pengalaman itu mengajarkan saya untuk lebih peka dengan keadaan di sekeliling saya, "saya teringat pengalaman saya di atas. Pengalaman yang sederhana tapi cukup membuat saya berpikir saat mendengar cerita itu. Ya siapa yang ingin menjalani kehidupan seperti pelacur atau menderita AIDS ? beruntunglah kita yang tidak mengalami hal itu. Namun keberuntungan yang kita alami dalam hidup ini bukan lantas membuat kita tidak peduli dengan mereka yang dilakukan oleh Bunda Theresa atau Lady Diana. Masing-masing orang punya perannya masing-masing. Cukup dengan perhatian dan empati yang kita berikan buat mereka. Hal inipun sebenarnya tidak mudah kita berikan.

Mudah dikatakan namun ketika harus dilakukan. Masih ingat dengan cerita di atas bukan ? bagaimana ketidakpekaan membuat si pasien terluka dua kali. Anda pernah menyaksikan film bagus yang berjudul Philadelphia yang dibintangi oleh Tom Hanks, sebagai penderita AIDS ? seorang yang lovable disukai dan dihargai oleh teman sejawatnya. Tapi apa yang terjadi ketika dia membuka diri dan mengakui bahwa dia mengidap penyakit AIDS. Semua orang menjauhinya termasuk orang tuanya pada awalnya, kecuali pasangannya yang kebetulan gay. Apa reaksi anda ketika mengetahui sobat dekat anda atau rekan sekerja, bahkan saudara anda ada terkena AIDS ?

Sebelum anda menjawab pertanyaan itu, adanya baiknya jika anda mengetahui terlebih dulu seluk-beluk penyakit ini. Masih banyak stigma yang salah mengenai penyakit ini, bahwa dia hanya menyerang orang yang mempunyai orientasi seks yang tidak seperti orang kebanyakan. Cerita Philadelphia di atas kebetulan sekali dikisahkan bahwa si penderita adalah homoseksual. Bahwa penyakit itu ini hanya menyerang orang-orang yang secara aktif secara seksual. Menyerang orang yang berkulit hitam. Menyerang orang yang kecanduan obat-obatan terlarang. Menyerang orang dengan kebangsaan tertentu dan lain sebagainya dengan membawa satu pemikiran bahwa penyakit itu tidak mungkin menyerang saya. Tahukah anda ada ibu rumah tangga yang terkena penyakit HIV/AIDS ini. Padahal dia setia dan hanya berhubungan seks dengan satu pasangan saja, yaitu suaminya sendiri. Penyakit itu bisa menyerang siapa saja termasuk kita. Satu hal yang benar-benar harus kita sadari. Tahukah anda bagaimana penyakit ini dapat menular ? Penyakit ini tertular dari jarum suntik yang dipakai berulang kali atau tidak steril. Biasanya menyerang orang yang kecanduan obat terlarang dengan cara suntikan. Karena mereka biasa menggunakan satu jarum suntik secara bergantian . penularan penyakit ini juga melalui hubungan seksual dengan orang yang menderita AIDS/HIV. Dan tentunya pada bayi yang ibunya menderita AIDS/HIV. Penularannya bukan dari sentuhan atau dari keringat bukan pula dari kolam renang. Bukan dari gelas yang diminum bersama sendok yang dipakai ataupun dari ciuman. Informasi seperti ini yang perlu diketahui dan disadari. Bagaimana cara menghindarinya ? pakailah kondom jika anda aktif secara seksual. Tapi yang lebih aman tentunya berhubungan hanya dengan satu pasangan yang anda percaya dan kasihi. Pakailah jarum suntik yang steril, masih dalam bungkus yang bersegel jika anda berhubungan dengan medis. Dngan bekal pengetahuan tentang AIDS/HIV, ada banyak manfaat yang dapat anda ambil. Anda dapat menghindari perilaku yang tidak sepantasnya di hadapan orang yang menderita penyakit ini. Penyakitnya sudah membuatnya menderita tidak perlu lagi menambahnya dengan perlakuan yang negatif. Dengan berbekal informasi yang cukup kita bisa menghindari perilaku yang dapat membuat kita terjangkit penyakit ini. Dan dengan informasi ini, kita dapat dengan rendah hati dan berpikiran terbuka menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah manusia biasa.. apa yang kita pikirkan tidak akan terjadi. Besok mungkin saja terjadi besok mungkin saja terjadi pada diri kita diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s