Sex In Two Cities (Perilaku Seks Para Muda Jakarta dan Surabaya )

JAKARTA UNDERCOVER , novel karya Moamar Emmka, mengisahkan kehidupan seks liar warga ibu kota. DetEksi Undercover tak mau ketinggalan, dan mencoba mengungkap kehidupan seks anak mudanya. Benarkah perilaku para muda Jakarta lebih bebas dari kota lain, seperti Surabaya ?

Setelah mengunjungi berbagai SMU dan perguruan tinggi di seluruh Jakarta pusat, utara, selatan, barat, dan timur dan mewawancarai lebih dari 1.000 responden, jawabannya mungkin mengejutkan bagi sebagian orang. Hanya 10.4 persen mengaku pernah melakukan hubungan seks di luar nikah.

Angka itu tak beda banyak dengan di Surabaya. Dari 500 korban poling Kota Buaya, hanya 12,4 persen yang mengaku pernah melakukan hubungan seks di luar nikah.

Takut dosa adalah alasan utama mengapa mayoritas korban poling mengatakan tak pernah melakukan seks di luar nikah. Di Jakarta maupun Surabaya. Seperti Ika SMUN 65 Jakarta Barat. "Setiap kali pacaran, aku selalu berusaha menjaga diri. Juga menjaga pacar supaya tidak kelewatan," tuturnya. "Cukup pegang tangan dan cium ," lanjutnya sambil tertawa. Dia tidak menyangkal kalau ada beberapa temanya yang pernah "Begituan." Tapi dia juga menegaskan, bahwa kalau ada beberapa yang begitu bukan berarti semuanya seperti itu .

Edib, mahasiswi Universitas Indonesia, juga termasuk group mayoritas. Namun dia mengaku ragu kalau hanya 10,4 persen para muda Jakarta yang pernah melakukannya. "Ah, pasti lebih banyak dari itu ," tukasnya.

Bayu, Mahasiswa STIESIA Surabaya, ikut mengatakan heran ketika diberitahu hanya sedikit para muda yang mengaku pernah melakukan hubungan seks di luar nikah. Bukan hanya yang di Jakarta, tapi juga di Surabaya. "Aku berani bilang begitu dari pergaulan. Banyak temanku yang cerita pernah melakukannya. Bahkan yang terlihat alim pun ternyata pernah ," ujar pemuda 22 tahun tersebut.

Bagaimana dengan mereka yang pernah melakukannya? Beberapa bahkan mengatakan dengan penuh rasa bangga! Contohnya Nero, penghuni salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Pusat. Demi kepuasan, Nero rela merogoh kocek sekitar Rp 250 ribu per minggunya. Untuk seks prabayar tentunya." Ini sudah berjalan setahun belakangan," akunya.

Menurut Nero, apa yang dilakukan nya itu justru menunjukkan rasa cinta pada sang pacar. "Abis, aku sayang banget sama pacarku, dan kita baru jadian. Masak udah minta begituan? "seru mahasiswa semester empat tersebut.

Ketika mengetahui soal hasil poling DetEksi, Nero ikutan heran. "Ah masak sih. Aku yakin, Jumlahnya lebih banyak dari itu. Aku Yakin, dari pergaulanku, enam dari sepuluh anak Jakarta pernah melakukannya," tukasnya. " Mereka yang enggak ngaku itu muna ,"tegasnya.

Pengakuan Nero itu ditimpali oleh Blay, Mahasiswi di kawasan Jakarta Pusat. Dara ini pertama kali melakukan premarital seks dengan pacarnya ketika berusia 16 tahun. Karena dasarnya suka sama suka, hingga kini dua tahun kemudian Blay masih melakukannya. Nggak takut dosa seperti kebanyakan korban poling ? "Takut sih takut. Tapi enak sih," Katanya ketus.

Tak Semuanya Sama…

PERILAKU seks para muda Jakarta dan Surabaya mungkin sama, tapi ada beberapa poin yang berbeda. Misalnya usia ketika melakukannya, atau tempat untuk melakukannya. Itu semua tergambarkan dalam hasil poling DetEksi.

Meski persentasenya serupa, tapi di Jakarta para muda melakukan hubungan seks di usia yang lebih muda. Bukan hanya hubungan seks, tapi juga kissing. Di Jakarta, kebanyakkan mulai merasakan frist kiss di umur 15, akhir SLTP atau atau awal SMU. Mereka mulai melakukan hubungan seks di usia sweet seven teen. Di Surabaya, kebanyakan para muda mulai merasakan kissing ketika berusia 17 tahun, dan hubungan seks di usia 19 tahun.

Perbedaan lain yang menarik adalah tempat untuk "begituan ." Para muda Jakarta dan Surabaya sama-sama menghindari rumah, tapi menuju tempat yang belum tentu sama.

Hotel masih menjadi tujuan utama melapiaskan nafsu. Tapi di Jakarta mobil jadi pilihan ke dua, sementara Surabaya memilih losmen. Tidak satu pun korban poling Surabaya yang mengaku pernah melakukan hubungan seks di dalam mobil. Pantas saja, SPG alias Seks Pajero Goyang jadi kisah menarik novel Jakarta Undercover!

Tempat yang paling unik yang diakui oleh korban poling ? Di Surabaya hampir tak ada tempat yang bisa di anggap aneh. Paling-paling di rumah kost. Namun di Jakarta ada beberapa yang mengaku pernah melakukannya di sekolah sendiri .

Jadi….just Do it….!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s